Penyajian
Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan
perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan
untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang
informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah
digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet
interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah
jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of
Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan
internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi
yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan
menggunakan internet atau lebih tepatnya media online.
Perkembangan teknologi
ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari
informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang
lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup
kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi
bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara
teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang
yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten
berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang
berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit
tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens
yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk
seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi
yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti
surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang
yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak
surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com,
tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online
karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat
media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak.
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa
secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online
dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat
karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online
menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi
masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam
kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat
media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat
kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang
selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth
phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi.
Perubahan
gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project
For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita
secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan
secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca
melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama
berita mereka adalah internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang
positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang
perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar
dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini
untuk membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi
beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan
sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online
dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan
mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti
perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan.
Secara
keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat
saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling
melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak
mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain
untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama
halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan
atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video
terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya.
Namun
dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar
yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran
dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang
kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b4
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Stanley
J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Stanley
J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0