Rabu, 20 April 2016

BERITA FEATURE

SYAHRULLAH A.M. : MAHASISWA BERSERAGAM SATPAM
xxxxxxxxx

          Sebuah senyum manis di bibir pria berkulit kuning langsat tercurahkan saat saya bertemu dengannya. Arul, sapaan akrab untuknya, bercerita dari sebuah pos jaga gedung perpustakaan UHO, tentang seragam yang digunakannya mampu mengantarkan ia meraih cita-cita.
          Pria berkelahiran Jeneponto, Sulawesi Selatan ini merupakan seorang mahasiswa yang sah terdaftar di Univeristas Halu Oleo (UHO), dengan jurusan Jurnalistik angkatan 2015. Menurut sebagian orang menjadi mahasiswa bukan hal yang sukar, tapi berbeda dengan Arul.
          Sebelum tinggal di kendari, ia bertetap di SP 6 Konsel dan merupakan lulusan salah satu SMK disana, yaitu SMK 1 Benua (sekarang SMK 7 Konsel), yang berhasil mengantarkannya mendapat ijazah Teknik Mesin.    3 tahun bersekolah disana, bukan hanya isapan jempol belaka, karena ia mampu sukses menjuarai kelasnya selama 5 semester.
Setelah lulus dari putih abu-abu, niatnya ingin sekali langsung melanjutkan pendidikan ke bangku mahasiswa yang telah lama ia angan-angankan, tapi Tuhan berkehendak lain dengan niat mulianya itu, perihal kedua orang tua yang tak mampu secara finansial.
          Bapaknya yang waktu itu seorang penggarap lahan pekebunan orang lain, serta ibunya yang hanya sebagai ibu rumah tangga tak mampu membiayai dirinya meraih S1, apalagi ditambah dua adiknya yang sama-sama masih bersekolah pendidikan dasar, alhasil dia hanya bisa menganggur selama setahun. Tapi sekali lagi, ia ingin kuliah.
          Jadi bagaimana caranya ia berkuliah ? apakah ia mendapat uang dari sanak keluarganya ?
          “Tuhan maha penyayang laah. Jadi jika kita berniat teguh dan selalu berdoa kepadanya, InsyaAllah, selalu ji diberikan jalan.” jawab Arul sambil tersenyum melepas topi jaganya.
          Setahun sebelum diterimanya jadi mahasiswa, Arul di telepon oleh omnya yang ada di kendari untuk ditawari kerja.
          “Sebenarnya, waktu itu saya juga sudah ada mi pekerjaan. saya disewa bekerja untuk mengambil buah coklat milik tetanggaku, tapi tentu tidak seberapa. Yaaaah.. tapi hasilnya tentu saja untuk biaya pendaftaran kuliahku nanti.” Ujarnya.
          Tanpa pikir panjang lagi, arul dengan dada sesak penuh kebahigaan meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke Kendari. Dengan persetujuan kedua orang tuanya, hari itu juga Arul langsung menaiki mobil antar kota jam 9 pagi, yang ia singgahkan tepat di depan rumahnya. Waktu itu pikirnya hanya satu, KULIAH...
          Rp. 45.000,00 adalah harga yang harus di tunaikannya selama 2 jam perjalanan SP 6 – Kendari. Bukan harga yang murah untuk orang seperti dia. Namun sebuah cita-cita yang menggantung di angannya, adalah harapan yang ingin ia wujudkan. 
          “Setelah ketemu dengan omku di sini (Kendari), saya langsung mi ditawarkan kerja sebagai security di UHO. Tentu mi saya terima dengan senang hati. Bukan apa-apa, gajinya lumayan untuk tabunganku nanti” kata Arul mengenang masa itu.
          Esok harinya, Arul langsung ke gedung rektorat bersama omnya yang notabene satpam senior di UHO. Setelah melakukan beberapa rangkaian tes fisik seperti push up, lari keliling lapangan bola, dan sebagainya, Alhamdulillah ia diangkat jadi satpam disana.
          Sudah 5 bulan ia bekerja jadi satpam. Penghasilan yang standar     Rp. 1.000.000,00 digunakan sebaik mungkin. Sebagian untuk membantu keadaan keuangan keluarganya di Konsel, dan sebagian lagi di tabung untuk kuliah. Dan dari semua kerja kerasnya setelah 7 bulan pengangkatannya sebagai satpam, tibalah hari H yang ditunggukannya.
          “Sudah lama mi saya tunggu hari itu sebenarnya. Saya sudah siapkan mi jauh hari sebelumnya. Pas waktu jagapun saya belajar juga, pokoknya dimana-mana saya belajar” ungkapnya sambil tesenyum.
          Ketidakmahiran Arul dalam berteknologi, membuatnya harus melibatkan kemampuan sepupunya untuk mendaftar online. Hingga pada hari ia mendaftar,  Arul berhasil mendapatkan nomor peserta 3158412389. Jurusan Jurnalistik yang digandrungipun jadi pilihan.
          Bulan Mei jadi perjuangan tinta hitam diatas lembar putih ujian Syahrullah A.M., Aula Kedokteran jadi saksi, betapa cita-cita yang diharapkan ingin diwujudkan. Usahanya yang dalam 7 bulan berbuah manis, menempatkan namanya sebagai mahasiswa yang sah terdaftar di jurusan Jurnalistik UHO.
          “Saat itu perasaan saya bercampur aduk, dari senang jadi anak kuliah, sampai sesak pembayaran ini itu.” Kata Arul
          Satu tekad dalam hati “Kuliah”, sudah membawanya sejauh ini. Perasaan bangga, bahagia, terharu tidak terbendung sendiri. Pesan bahagia inipun di beritakan pula ke kedua orang tuanya, dan apa yang mereka rasakan sama dengan Arul.
          Sudah 1 tahun sejak Keberhasilan Arul meraih cita-citanya, dan sekarang ia sudah resmi menjadi mahasiswa Jurnalistik yang terdaftar di UHO. NIM C1D315046 jadi kebanggan tersendiri baginya. Tapi Arul tetap jadi mahasiswa berseragam satpam. Ia kuliah sambil kerja.
          Bagaimana pembagian waktu kerja dan kuliah bila bertabrakan ?
          “Yah Alhamdulillah, semua seniorku di sini pengertian  ji. Jadi kalau jadwalku bertabrakan, saya izin dulu ke pimpinanku. Kalau sudah diizinkan, saya masuk mi kuliah. Terus kalau sudah mi kuliah saya langsung ke pos yang ditentukan untuk jaga.” Jawabnya tersenyum.
          Apakah ada kerja sampingan lain ?
          “Ada !!! jadi begini sebenarnya. Sambil menyelam minum air. Maksudku, lagi jaga saya mengojek mi juga. Ngojekku itu untuk uang keperluan lain-lain sebagai biaya tambahan. Seperti uang buku, terus uang bayar cicilan motorku juga, dan banyak lagi.” Katanya.
          Kekuatan Arul disini adalah genggaman tekad yang teguh dan kuat untuk berkuliah, yang akhirnya mampu membawa dirinya sampai kejenjang perkuliahan seperti apa yang dicita-citakan. Menurutnya biaya bukan masalah bagi seseorang,  jika ia mau berusaha dan terus selalu berdoa.
Kini semua keluarga Syahrullah sudah bertetap tinggal di Kendari untuk kehidupan yang lebih layak. Bapaknya yang dulu seorang penggarap lahan oran lain, kini sudah menjadi satpam di pasar Korem. Ibunya yang dulu hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, sekarang sudah mulai memasarkan kue ke toko-toko. Upah yang di dapat ini, sudah terbilang cukup mampu memenuhi kebutuhan finansial keluarga, apa lagi kakak pertamanya dari empat bersaudara sekarang sudah kerja di Bakso Senayan, Wua-wua sebagai karyawan.
Semoga kisah inspiratifmu Syahrullah, dapat kita jadikan panutan bahwa kerja keraslah dan sebuah doa yang membuat seseorang dapat meraih cita-citanya. Amiiiiiin......


SELESAI

Sabtu, 16 April 2016

PENURUNAN TARIF ANGKOT

Tarif angkutan umum di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengalami penurunan sekitar tiga persen sebagai tindak lanjut dari penurunan harga bahan bakar minyak.
"Kami sudah sosialisasikan penurunan tarif angkutan umum kepada Organda, para sopir serta instansi terkait lainnya sejak awal pekan lalu," kata Kabid Darat Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informsi Penajam Paser Utara, Buhadi di Penajam, Sabtu (16/4/2016).
Surat keputusan penurunan tarif angkutan umum itu tinggal menunggu tanda tangan kepala dearah, ujarnya.
Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Buhadi, telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh sopir angkutan umum untuk menurunkan tarif sekitar tiga persen dari tarif sebelumnya.
"Tarif angkutan umum dalam kota yang sebelumnya Rp5.000, turun menjadi Rp4.800. Tarif itu akan berlaku setelah SK penurunan tarif ditandatangani kepala daerah," katanya.
Penurunan tarif angkutan umum sekitar tiga persen tersebut lanjut Buhadi, tidak dipersoalkan sopir angkutan umum di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Para sopir angkutan umum mengeluhkan sepinya penumpang, sehingga berdampak pada penghasilan sehari-hari mereka," tuturnya.
"Diprediksi, penurunan penumpang itu terjadi, karena semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Buhadi.

Senin, 11 April 2016

Media Konvensional Vs Media Online


Penyajian Berita 

Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan. 
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media online. 
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain. 
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang berkualitas. 
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. 
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. 
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah dibandingkan media konvensional/cetak. 
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
 Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi.
 Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet. 
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. 
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan. 
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya. 
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0












g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b4
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs Media Online 05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071 Komentar : 1 Nilai : 0 Penyajian Berita Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan. Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media online. Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain. Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang berkualitas. Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah dibandingkan media konvensional/cetak Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat. Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi. Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet. Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan. Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya. Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral. http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs Media Online 05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071 Komentar : 1 Nilai : 0 Penyajian Berita Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan. Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media online. Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain. Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang berkualitas. Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah dibandingkan media konvensional/cetak Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat. Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi. Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet. Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan. Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya. Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral. http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs Media Online 05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071 Komentar : 1 Nilai : 0 Penyajian Berita Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan. Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media online. Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain. Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang berkualitas. Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah dibandingkan media konvensional/cetak Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat. Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi. Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet. Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan. Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya. Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral. http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/ Stanley J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs Media Online 05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071 Komentar : 1 Nilai : 0 Penyajian Berita Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan. Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media online. Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain. Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang berkualitas. Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W 1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll. Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor, pimpinan serta redaksi. Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah dibandingkan media konvensional/cetak Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat. Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi. Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet. Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk membaca surat kabar. Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan. Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya. Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral. http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/ Stanley J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0

Senin, 04 April 2016

Tugas Nasir Jurnalistik Media Online



STISOSPOL WASKITA DHARMA MALANG 2014/2015
 Jl. Hamid Rusdi lll/161 Malang Telp./Fax.(0341) 323678


KATA PENGANTAR
Pertama-pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. karena dengan limpahan Rahmat serta Hidayah-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah di tentukan oleh bapak dosen pembimbing dengan judul ”Hubungan antara Atasan dengan Bawahan di dalam Suatu Perusahaan”. 
 Dan kedua kalinya tidak lupa kita sampaikan sholawat serta salam kita kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW. karna dengan jerih payah beliaulah kita dapat bisa merasakan yang namanya nikmat islam serta nikmat iman sampai saat ini. Selanjutnya tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya di dalam penyusunan Laporan ini baik itu dalam bentuk materi maupun lain sebagainya sehingga makalah ini bisa selesai sebagaimana waktu yang telah di tentukan.Harapan saya semoga makalah ini nantinya bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswa dan mahasiswi serta masyarakat pada umumnya. Dan kami berharap dengan adanya makalah ini semoga kita mendapatkan ilmu yang lebih luas dan bisa berguna bagi kita semua amin.....
Dan jika ada kesalahan pengetikan serta penyusunan kata mohon saran/komentarnya para pembaca. Dan itu sangat penting bagi kami untuk melakukan perbaikan di penyusunan malakah selanjutnya.


                                Malang, 8 oktober 2014
                                                                                     
                                                                                       Penyusun
















BAB.l
PENDAHULUAN
A.     Teori
Dalam suatu perusahaan sangat penting bagi pemimpin untuk bergerak bersama-sama dengan karyawannya untuk memperoleh dan menjaga kredibilitas usaha. hal ini sangat penting, agar perusahaan dapat diterima dan tetap di percaya oleh stakeholder ( pemegang saham, konsumen, pemasok masyarakat) dalam menjalankan usahanya, mengingat semakin ketatnya kompetisi bisnis. Atasan yang etikal diharapkan dapat mempengaruhinya, namun di yakini atasan mempunyai peranan yang penting dalam mempengaruhi bawahannya. Dalam kondisi Negara yang memiliki budaya paternalistic,kiranya akan lebih mudah bagi atasan untuk menjadi panutan bagi bawahannya karena bawahan juga mencari figur yang bisa menjadi panutan, istilah panutan sendiri sudah sangat familiar bagi orang Indonesia hampir semua orang menganggap bahwa orang Indonesia itu mencari panutan, dan pemimpin merupakan panutan bagi pengikutnya.
                 Berdasarkan latar belakang sebagaimana tertera di atas, maka kelompok kami akan membahas makalah yang berjudul “ HUBUNGAN ANTARA PEMIMPIN DAN BAWAHAN DALAM SUATU PERUSAHAAN” yang menjelaskan   bagaimana permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan
A.     Rumusan masalah
A.    Bagaimanan  hubungan antara pemimpin dan bawahan ?
B.      Bagaimana sikap yang harus di tunjukkan seorang pemimpin atau atasan?
C.     Hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya, pihak yang berhubunganan






BAB. II
PEMBAHASAN
A.    Sikap yang harus di tunjukkan oleh atasan / pemimpin
Ø  Atasan harus bersifat mendidik dan memberi pengarahan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk kerja dan sifat kerja, karena kemajuan anak buah merupakan tanggung jawab atasannya.
Ø  Seorang atasan harus menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku atasan harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut bawahannya.
B.     Sikap yang harus di tunjukan oleh bawahan kepada pemimpindalam suatu perusahaan
Ø  Bawahan  harus hormat pada atasnnya, dengan kata lain penghormatan bawahan terhadap atasannya semata-mata atas pertimbangan wewenang, tanggung jawab dan wibawa.
Ø  Seorang karyawan jangan membohongi, menyembunyikan data atau dengan sengaja berusaha menyesatkan atasannya untuk hal-hal yang ada kaitannya pada perusahaan.
C.     Hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya seperti:
Ø  Hubungan antara tugas, wewenang dan jabatan
·         Seorang karyawan harus mempunyai rasa tanggung jawab
·         Jangan menyalah gunakan wewenang demi kepentingan pribadi
·         Jangan mengungkapkan data dan strategi kepada pihak-pihak yang tidak berhak mengetahuinya yang dapat menyebabkan kelangsungan hidup perusahaan terancam




Ø  Hubungan antara karyawan dengan perusahaan
·         Seorang karyawan harus berusaha yang terbaik untuk kepentingan perusahaan.
·         Seorang karyawan harus berusaha  meningkatkan kemampuannya untuk mencapai yang terbaik
·         Seorang karyawan harus bersikap achievement oriented yaitu pencapaian orientasi target dalam kerja.
·         Seorang karyawan bertingkah laku yang baik dan menghindari dari hal-hal yang mencemarkan nama baik perusahaan.
Ø  Hubungan antar karyawan
·         Saling menghargai dan membina semangat kerjasama.
·         Menghindari tindakan ketidak harmonisan, pertentangan dan keresahan antar karyawan.



BAB. III
PERMASALAHAN
1.      Konflik antara  atasan dan bawahan
Konflik itu sendiri  merupakan proses yang dimulai bila satu pihak meraskan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negative atau akan merasa di rugikan.
2.      Jenis-jenis konflik
a.       Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki, seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah dan penyelia, dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumber daya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, mnajemen kompensasi dan karir.
b.      Konflik horizontal, yang terjadi diantara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarrki tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efesiensi penggunaan sumber daya, dan pemasaran.
c.       Konflik diantara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian menganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar disbanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatas nya anggaran.
d.      Konflik peran berupa kesalah fahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antar karyawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer dan system kooordinasi yang tidak jelas.




BAB. IV
PEMECAHAN MASALAH
Untuk mencegah terjadinya konflik dalam suatu perusahaan antara pimpinan dengan bawahan, maka perlu adanya langkah-langkah yang di lakukan,demi kebaikan suatu perusahaan. Adapun langkah-langkah yang di maksud di antaranya:
1)      Membentuk suatu system informasi yang terstruktur  agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi misalnya dengan membuat papan pengumuman atau pengumuman atau melalui loadspeaker.
2)      Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancar dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin karena dengan komunikasi yang dua arah yang  akan mengurangi masalah di lapangan.
3)      Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.
4)      Adapun cara memecahkan masalah dalam suatu perusahaan, seperti:
v  Mediasi
v  Arbitrasi
v  Konsliasi
v  Pengadilan industri






BAB.V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah karena harus memiliki kriteria sebagai berikut: Seorang pemimpin pasti menjadi contoh bagi setiap orang yg dipimpinnya, yg menjadi tolak ukur keteladanan seorang pemimpin adalah apakah ia memberikan contoh yg baik kepada orang yg dipimpinnya, Apa yang dia harapkan dan katakan pada bawahannya hendaknya sudah dia lakukan terlebih dahulu.
Dalam hubungan antara atasan dengan bawahan perlu adanya saling pengertian,pemahaman karakter antara atasan dengan bawahan. Dan selalu melaksanakan antara hak dan kewajiban yang telah ditentukan. Sehingga bisa menjaga hubungan yang baik. Dengan adanya hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan, maka suatu perusahaan akan berjalan dengan lancar. Dan perusahaan akan mengalami kemajuan.
Dalam kehidupan berorganisasi yang dilakukan sekumpulan orang, komunikasi memegang peranan penting. Komunikasi menjadi alat yang utama dalam menjalankan roda organisasi. Komunikasi juga berperan sebagai alat perpindahan instruksi antara atasan dan karyawan yang ada di bawahnya. Tanpa komunikasi, kehidupan berorganisasi akan kacau balau dan menyebabkan macetnya organisasi itu sendiri. Salah satu bentuk komunikasi yang paling  mendasar adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi. Komunikasi interpersonal merupakan bentuk komunikasi yang paling sederhana, karena di dalamnya mempertemukan dua orang yang bertemu tatap muka dan memberikan respon satu sama lain. Dalam berorganisasi, komunikasi merupakan bagian dari manajemen yang dibutuhkan antara seorang atasan kepada anak buahnya (bawahan) untuk mengirimkan pesan sehingga dapat dimengerti dan memunculkan balikan.




B.     SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas terciptalah saran sebagai berikut :
                              1.            dalam suatu perusahaan harus menjaga komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan
                              2.            menyamakan visi dan misi antara pimpinan dan bawahan dalam suatu perusahaan
                              3.            menghargai pendapat bawahan
                              4.            menciptakan kerjasama yang baik antara pimpinan dan bawahan untuk kemajuan perusahaan
                              5.            pemimpin dan bawahan tidak menyalah gunakan jabatannya
                              6.            pemimpin dan bawahan tidak mempentingakan pribadi dan lebih mengutamakan perusahaan.
                              7.            Seorang pemimpin perlu memberikan motivasi kepada bawahannya, untuk memberi semangat kerja demi kebaikan suatu perusahaan.