Jumat, 18 November 2016
SEMINAR JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UHO 2015 ''NETRALISASI MEDIA PENYIARAN JELANG PILWALI KOTA KENDARI TAHUN 2017''
Jurusan Ilmu Komunikasi kelas Ganjil - Genap 2015 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari Menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema Netralisasi Media Penyiaran Jelang Pilwali Tahun 2017 mendatang. Seminar ini dimulai Pada Sabtu,19 November 2016 dari pukul 08.00 - 12.00 WITA. jumlah pemateri dalam seminar yang berlangsung di Ruangan Aula FISIP UHO ini sebanyak 4 orang yakni dari pihak KPI yang diwakili oleh komisioner Pusat, KPID, BAWASLU, dan TVRI. Salah Satu pembawa materi dalam seminar ini dari pihak Komisioner KPI Pusat yakni Bapak Agung Suprio Setelah di Konfirmasi oleh sejumlah Awak Media Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Seminar ini adalah untuk menjelaskan kepada Mahasiswa dan Mahasiswi bahwa KPI sebagai Landasan Ideologi Penyiaran Republik Indonesia harus bersifat indenpenden dalam hal ini para calon PILWALI dalam hal memasang iklan pada suatu media tertentu tidak boleh melakukan penyogokkan atau pembayaran terhadap media atau stasiun TV tersebut. Dan juga pihak Media atau stasiun TV tertentu menerima sogokkan atau bayaran dari para calon PILWALI tertentu maka pihak KPI akan memberikan sanksi berupa teguran terhadap media atau stasiun TV tersebut tambahnya.
SEMINAR JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UHO 2015 ''NETRALISASI MEDIA PENYIARAN JELANG PILWALI KOTA KENDARI TAHUN 2017''
Jurusan Ilmu Komunikasi kelas Ganjil - Genap 2015 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari Menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema Netralisasi Media Penyiaran Jelang Pilwali Tahun 2017 mendatang. Seminar ini dimulai Pada Sabtu,19 November 2016 dari pukul 08.00 - 12.00 WITA. jumlah pemateri dalam seminar yang berlangsung di Ruangan Aula FISIP UHO ini sebanyak 4 orang yakni dari pihak KPI yang diwakili oleh komisioner Pusat, KPID, BAWASLU, dan TVRI. Salah Satu pembawa materi dalam seminar ini dari pihak Komisioner KPI Pusat yakni Bapak Agung Suprio Setelah di Konfirmasi oleh sejumlah Awak Media Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Seminar ini adalah untuk menjelaskan kepada Mahasiswa dan Mahasiswi bahwa KPI sebagai Landasan Ideologi Penyiaran Republik Indonesia harus bersifat indenpenden dalam hal ini para calon PILWALI dalam hal memasang iklan pada suatu media tertentu tidak boleh melakukan penyogokkan atau pembayaran terhadap media atau stasiun TV tersebut. Dan juga pihak Media atau stasiun TV tertentu menerima sogokkan atau bayaran dari para calon PILWALI tertentu maka pihak KPI akan memberikan sanksi berupa teguran terhadap media atau stasiun TV tersebut tambahnya.
SEMINAR JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UHO 2015 ''NETRALISASI MEDIA PENYIARAN JELANG PILWALI KOTA KENDARI TAHUN 2017''
Jurusan Ilmu Komunikasi kelas Ganjil - Genap 2015 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari Menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema Netralisasi Media Penyiaran Jelang Pilwali Tahun 2017 mendatang. Seminar ini dimulai Pada Sabtu,19 November 2016 dari pukul 08.00 - 12.00 WITA. jumlah pemateri dalam seminar yang berlangsung di Ruangan Aula FISIP UHO ini sebanyak 4 orang yakni dari pihak KPI yang diwakili oleh komisioner Pusat, KPID, BAWASLU, dan TVRI. Salah Satu pembawa materi dalam seminar ini dari pihak Komisioner KPI Pusat yakni Bapak Agung Suprio Setelah di Konfirmasi oleh sejumlah Awak Media Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Seminar ini adalah untuk menjelaskan kepada Mahasiswa dan Mahasiswi bahwa KPI sebagai Landasan Ideologi Penyiaran Republik Indonesia harus bersifat indenpenden dalam hal ini para calon PILWALI dalam hal memasang iklan pada suatu media tertentu tidak boleh melakukan penyogokkan atau pembayaran terhadap media atau stasiun TV tersebut. Dan juga pihak Media atau stasiun TV tertentu menerima sogokkan atau bayaran dari para calon PILWALI tertentu maka pihak KPI akan memberikan sanksi berupa teguran terhadap media atau stasiun TV tersebut tambahnya.
Rabu, 20 April 2016
BERITA FEATURE
SYAHRULLAH A.M. : MAHASISWA BERSERAGAM SATPAM
xxxxxxxxx
Sebuah senyum manis di bibir pria
berkulit kuning langsat tercurahkan saat saya bertemu dengannya. Arul, sapaan
akrab untuknya, bercerita dari sebuah pos jaga gedung perpustakaan UHO, tentang
seragam yang digunakannya mampu mengantarkan ia meraih cita-cita.
Pria
berkelahiran Jeneponto, Sulawesi Selatan ini merupakan seorang mahasiswa yang
sah terdaftar di Univeristas Halu Oleo (UHO), dengan jurusan Jurnalistik
angkatan 2015. Menurut sebagian orang menjadi mahasiswa bukan hal yang sukar,
tapi berbeda dengan Arul.
Sebelum tinggal di kendari, ia
bertetap di SP 6 Konsel dan merupakan lulusan salah satu SMK disana, yaitu SMK
1 Benua (sekarang SMK 7 Konsel), yang berhasil mengantarkannya mendapat ijazah
Teknik Mesin. 3 tahun bersekolah disana, bukan hanya isapan
jempol belaka, karena ia mampu sukses menjuarai kelasnya selama 5 semester.
Setelah lulus
dari putih abu-abu, niatnya ingin sekali langsung melanjutkan pendidikan ke
bangku mahasiswa yang telah lama ia angan-angankan, tapi Tuhan berkehendak lain
dengan niat mulianya itu, perihal kedua orang tua yang tak mampu secara
finansial.
Bapaknya yang waktu itu seorang penggarap
lahan pekebunan orang lain, serta ibunya yang hanya sebagai ibu rumah tangga
tak mampu membiayai dirinya meraih S1, apalagi ditambah dua adiknya yang
sama-sama masih bersekolah pendidikan dasar, alhasil dia hanya bisa menganggur
selama setahun. Tapi sekali lagi, ia ingin kuliah.
Jadi bagaimana caranya ia berkuliah ?
apakah ia mendapat uang dari sanak keluarganya ?
“Tuhan maha penyayang laah. Jadi jika kita berniat teguh dan
selalu berdoa kepadanya, InsyaAllah, selalu ji
diberikan jalan.” jawab Arul sambil tersenyum melepas topi jaganya.
Setahun sebelum diterimanya jadi
mahasiswa, Arul di telepon oleh omnya yang ada di kendari untuk ditawari kerja.
“Sebenarnya, waktu itu saya juga sudah
ada mi pekerjaan. saya disewa bekerja
untuk mengambil buah coklat milik tetanggaku, tapi tentu tidak seberapa. Yaaaah.. tapi hasilnya tentu saja untuk
biaya pendaftaran kuliahku nanti.” Ujarnya.
Tanpa pikir panjang lagi, arul dengan
dada sesak penuh kebahigaan meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk
berangkat ke Kendari. Dengan persetujuan kedua orang tuanya, hari itu juga Arul
langsung menaiki mobil antar kota jam 9 pagi, yang ia singgahkan tepat di depan
rumahnya. Waktu itu pikirnya hanya satu, KULIAH...
Rp. 45.000,00 adalah harga yang harus
di tunaikannya selama 2 jam perjalanan SP 6 – Kendari. Bukan harga yang murah
untuk orang seperti dia. Namun sebuah cita-cita yang menggantung di angannya,
adalah harapan yang ingin ia wujudkan.
“Setelah ketemu dengan omku di sini
(Kendari), saya langsung mi ditawarkan
kerja sebagai security di UHO. Tentu mi saya terima dengan senang hati. Bukan
apa-apa, gajinya lumayan untuk tabunganku nanti” kata Arul mengenang masa itu.
Esok harinya, Arul langsung ke gedung
rektorat bersama omnya yang notabene satpam senior di UHO. Setelah melakukan
beberapa rangkaian tes fisik seperti push
up, lari keliling lapangan bola, dan sebagainya, Alhamdulillah ia diangkat
jadi satpam disana.
Sudah 5 bulan ia bekerja jadi satpam.
Penghasilan yang standar Rp.
1.000.000,00 digunakan sebaik mungkin. Sebagian untuk membantu keadaan keuangan
keluarganya di Konsel, dan sebagian lagi di tabung untuk kuliah. Dan dari semua
kerja kerasnya setelah 7 bulan pengangkatannya sebagai satpam, tibalah hari H
yang ditunggukannya.
“Sudah lama mi saya tunggu hari itu sebenarnya. Saya sudah siapkan mi jauh hari sebelumnya. Pas waktu
jagapun saya belajar juga, pokoknya dimana-mana saya belajar” ungkapnya sambil
tesenyum.
Ketidakmahiran Arul dalam
berteknologi, membuatnya harus melibatkan kemampuan sepupunya untuk mendaftar
online. Hingga pada hari ia mendaftar,
Arul berhasil mendapatkan nomor peserta 3158412389. Jurusan Jurnalistik
yang digandrungipun jadi pilihan.
Bulan Mei jadi perjuangan tinta hitam
diatas lembar putih ujian Syahrullah A.M., Aula Kedokteran jadi saksi, betapa
cita-cita yang diharapkan ingin diwujudkan. Usahanya yang dalam 7 bulan berbuah
manis, menempatkan namanya sebagai mahasiswa yang sah terdaftar di jurusan
Jurnalistik UHO.
“Saat itu perasaan saya bercampur
aduk, dari senang jadi anak kuliah, sampai sesak pembayaran ini itu.” Kata Arul
Satu tekad dalam hati “Kuliah”, sudah
membawanya sejauh ini. Perasaan bangga, bahagia, terharu tidak terbendung
sendiri. Pesan bahagia inipun di beritakan pula ke kedua orang tuanya, dan apa
yang mereka rasakan sama dengan Arul.
Sudah 1 tahun sejak Keberhasilan Arul meraih
cita-citanya, dan sekarang ia sudah resmi menjadi mahasiswa Jurnalistik yang
terdaftar di UHO. NIM C1D315046 jadi kebanggan tersendiri baginya. Tapi Arul
tetap jadi mahasiswa berseragam satpam. Ia kuliah sambil kerja.
Bagaimana pembagian waktu kerja dan
kuliah bila bertabrakan ?
“Yah Alhamdulillah, semua seniorku di
sini pengertian ji. Jadi kalau jadwalku bertabrakan, saya izin dulu ke pimpinanku.
Kalau sudah diizinkan, saya masuk mi
kuliah. Terus kalau sudah mi kuliah
saya langsung ke pos yang ditentukan untuk jaga.” Jawabnya tersenyum.
Apakah ada kerja sampingan lain ?
“Ada !!! jadi begini sebenarnya.
Sambil menyelam minum air. Maksudku, lagi jaga saya mengojek mi juga. Ngojekku itu untuk uang
keperluan lain-lain sebagai biaya tambahan. Seperti uang buku, terus uang bayar
cicilan motorku juga, dan banyak lagi.” Katanya.
Kekuatan Arul disini adalah genggaman
tekad yang teguh dan kuat untuk berkuliah, yang akhirnya mampu membawa dirinya
sampai kejenjang perkuliahan seperti apa yang dicita-citakan. Menurutnya biaya
bukan masalah bagi seseorang, jika ia
mau berusaha dan terus selalu berdoa.
Kini semua keluarga
Syahrullah sudah bertetap tinggal di Kendari untuk kehidupan yang lebih layak. Bapaknya
yang dulu seorang penggarap lahan oran lain, kini sudah menjadi satpam di pasar
Korem. Ibunya yang dulu hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, sekarang sudah
mulai memasarkan kue ke toko-toko. Upah yang di dapat ini, sudah terbilang
cukup mampu memenuhi kebutuhan finansial keluarga, apa lagi kakak pertamanya
dari empat bersaudara sekarang sudah kerja di Bakso Senayan, Wua-wua sebagai
karyawan.
Semoga kisah
inspiratifmu Syahrullah, dapat kita jadikan panutan bahwa kerja keraslah dan
sebuah doa yang membuat seseorang dapat meraih cita-citanya. Amiiiiiin......
SELESAI
Sabtu, 16 April 2016
PENURUNAN TARIF ANGKOT
Tarif angkutan umum di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengalami penurunan sekitar tiga persen sebagai tindak lanjut dari penurunan harga bahan bakar minyak.
"Kami sudah sosialisasikan penurunan tarif angkutan umum kepada Organda, para sopir serta instansi terkait lainnya sejak awal pekan lalu," kata Kabid Darat Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informsi Penajam Paser Utara, Buhadi di Penajam, Sabtu (16/4/2016).
Surat keputusan penurunan tarif angkutan umum itu tinggal menunggu tanda tangan kepala dearah, ujarnya.
Dishubbudpar Kominfo Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Buhadi, telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh sopir angkutan umum untuk menurunkan tarif sekitar tiga persen dari tarif sebelumnya.
"Tarif angkutan umum dalam kota yang sebelumnya Rp5.000, turun menjadi Rp4.800. Tarif itu akan berlaku setelah SK penurunan tarif ditandatangani kepala daerah," katanya.
Penurunan tarif angkutan umum sekitar tiga persen tersebut lanjut Buhadi, tidak dipersoalkan sopir angkutan umum di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Para sopir angkutan umum mengeluhkan sepinya penumpang, sehingga berdampak pada penghasilan sehari-hari mereka," tuturnya.
"Diprediksi, penurunan penumpang itu terjadi, karena semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Buhadi.
Senin, 11 April 2016
Media Konvensional Vs Media Online
Penyajian
Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan dan
perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang dimunculkan
untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan teknologi di bidang
informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui kehadiran Internet, yang telah
digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet
interconnection Networking, internet merupakan jaringan global dari sebuah
jaringan computer yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of
Defense dalam proye ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan
internet berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki kontribusi
yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses penyebaran berita dengan
menggunakan internet atau lebih tepatnya media online.
Perkembangan teknologi
ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat, yang dulunya mencari
informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat ini banyak masyarakat yang
lebih memilih menggunakan internet untuk mencari berita, bahkan tidak menutup
kemungkinan bagi masyarakat yang secara langsung dapat menjadi sumber informasi
bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara
teknologi komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang
yang disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu konten
berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang penulisan yang
berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit
tiap hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki audiens
yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam berbagai bentuk
seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi
yang lebih terperinci, lengkap dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti
surat kabar ini dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang
yang berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak
surat kabar yang membuat berita versi media online seperti kompas.com,
tribunnews.com, radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online
karena sudah bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat
media online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak.
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa
secara tidak langsung ada persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online
dan surat kabar. Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat
karena memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan media online
menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi
masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam
kedudukannya dalam menyediakan informasi. Hal sederhana yang dapat membuat
media online menjadi ancaman bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat
kabar yang makin hari makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang
selalu up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone, smarth
phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal lagi.
Perubahan
gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan oleh Pew Project
For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34% responden membaca berita
secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan
secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca
melalui surat kabar. Generasi usia 18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama
berita mereka adalah internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang
positif bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang
perlu dicermati dari hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar
dapat melakukan suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini
untuk membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi
beritanya yang ada di surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan
sama sekali antara berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online
dari beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi dan
mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan mengikuti
perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu dilakukan.
Secara
keseluruhan penyajian berita pada media online dan media konvensional dapat
saling melengkapi. Media online dan media konvensional dikatakan saling
melengkapi karena ketika suatu berita di tulis secara singkat dan tidak
mendalam di media online, kemungkinan besar orang akan mencari sumber berita lain
untuk melengkapi berita yang dirasa belum mendalam pada media online. Sama
halnya seperti media cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan
atau kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat video
terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di bacanya.
Namun
dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak, hal mendasar
yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan pengecekan kembali kebenaran
dari suatu berita yang di tulis, berita yang ditulis tidak menyerang
kepentingan individu atau kelompok tertentu atau bersifat netral.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b4
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b4
g ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu ata
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Stanley
J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Media Konvensional Vs
Media Online
05 April 2014 11:45:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 00:03:21 Dibaca : 2,071
Komentar : 1 Nilai : 0
Penyajian Berita
Perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini
telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat. Perubahan
dan perkembangan ini selalu di sertai dengan inovasi-inovasi baru yang
dimunculkan untuk mendukung teknologi yang sudah ada. Perkembangan
teknologi di bidang informasi dan komunikasi dapat buktikan melalui
kehadiran Internet, yang telah digunakan oleh berbagai kalangan.
Internet adalah singkatan dari Internet interconnection Networking,
internet merupakan jaringan global dari sebuah jaringan computer yang
dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Departement of Defense dalam proye
ARPANet (Advanced Research Project Network). Perkembangan internet
berlangsung sangat pesat dan memiliki banyak kelebihan, baik secara
teknis operasional maupun dari sisi social karena Internet memiliki
kontribusi yang besar di dalam masyarakat, terutama dalam proses
penyebaran berita dengan menggunakan internet atau lebih tepatnya media
online.
Perkembangan teknologi ini, memberi pengaruh pada gaya hidup masyarakat,
yang dulunya mencari informasi dengan membaca surat kabar. Tetapi saat
ini banyak masyarakat yang lebih memilih menggunakan internet untuk
mencari berita, bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang
secara langsung dapat menjadi sumber informasi bagi orang lain.
Media online merupakan ruang pemberitaan yang memadukan antara teknologi
komunikasi (internet) dan jurnalisme konvensional dalam satu ruang yang
disebut jurnalisme online. Sedangkan surat kabar memiliki kelebihan
khusus, surat kabar menyediakan halaman atau ruang yang luas bagi suatu
konten berita yang akan dianalisis secara mendalam dan memiliki ruang
penulisan yang berkualitas.
Media konvensional atau media cetak merupakan media yang terbit tiap
hari secara terus-menerus dengan bentuk tulisan yang mengandung unsur 5W
1H (what, who, when, where, why, dan how) serta media cetak memiliki
audiens yang terbatas. Berita pada media konvensional disajikan dalam
berbagai bentuk seperti artikel, tajuk, feature dll.
Media cetak biasanya berisikan informasi yang lebih terperinci, lengkap
dan panjang. Kualitas jurnalisme konvesional seperti surat kabar ini
dalam menyampaikan berita, sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang
berada di dalam media itu sendiri seperti, wartawannya, penulis, editor,
pimpinan serta redaksi.
Menangapi perkembangan dari jurnalisme online, banyak surat kabar yang
membuat berita versi media online seperti kompas.com, tribunnews.com,
radaronline.com dll. Banyak orang beralih ke media online karena sudah
bosan di pasar media cetak setelah reformasi 1998. Orang melihat media
online dapat memberi keuntungan karena media dianggap lebih murah
dibandingkan media konvensional/cetak
Hal ini lah yang dapat menunjukan bahwa secara tidak langsung ada
persaingan yang sangat ketat antara jurnalisme online dan surat kabar.
Selain itu jurnalisme online lebih dipilih oleh masyarakat karena
memiliki keunggulan lebih murah, langsung, cepat, dan dapat berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan juga memiliki fitur multimedia, dan
media online menyampaikan berita secara cepat dan singkat.
Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut
maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan
informasi. Hal sederhana yang dapat membuat media online menjadi ancaman
bagi surat kabar yaitu pada jumblah pembaca surat kabar yang makin hari
makin menurun. Selain itu sifat jurnalisme online yang selalu
up-to-date tiap saat dengan bebagai informasinya, yang kapan pun dan di
mana pun masyarakat dapat langsung mengaksesnya melalui handphone,
smarth phone, atau gadgetnya yang saat ini bukan menjadi barang mahal
lagi.
Perubahan gaya hidup ini di dukung dengan hasil survei yang dilakukan
oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010. Dimana 34%
responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih
membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca
melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia
18 – 29 tahun, 65% menyatakan sumber utama berita mereka adalah
internet.
Kehadiran media online merupakan hal yang positif bagi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Namun hal yang perlu dicermati dari
hasil survei ini adalah bagaimana industri surat kabar dapat melakukan
suatu hal yang mampu mempengaruhi generasi usia 18-29 tahun ini untuk
membaca surat kabar.
Pada awalnya media online hanya memindahkan isi beritanya yang ada di
surat kabar ke media internet dan tidak ada perbedaan sama sekali antara
berita versi online dan cetak. Munculnya portal media online dari
beberapa surat kabar ini, secara tidak langsung menunjukan bahwa dunia
surat kabar telah menyadari bahwa mereka perlu melakukan inovasi-inovasi
dan mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Melakukan penyesuaian dan
mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat ini perlu
dilakukan.
Secara keseluruhan penyajian berita pada media online dan media
konvensional dapat saling melengkapi. Media online dan media
konvensional dikatakan saling melengkapi karena ketika suatu berita di
tulis secara singkat dan tidak mendalam di media online, kemungkinan
besar orang akan mencari sumber berita lain untuk melengkapi berita yang
dirasa belum mendalam pada media online. Sama halnya seperti media
cetak, ketika berita yang di sajikan hanya berupa tulisan atau
kalimat-kalimat dan gambar saja, pembaca dapat dengan mudah melihat
video terkait suatu berita di media online dari media cetak yang di
bacanya.
Namun dalam menyajikan berita baik itu media online maupun media cetak,
hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah perlunya melakukan
pengecekan kembali kebenaran dari suatu berita yang di tulis, berita
yang ditulis tidak menyerang kepentingan individu atau kelompok tertentu
atau bersifat netral.
http://ridacoprinting.com/masa-depan-industri-media-cetak-terancam
http://bsi.unissula.ac.id/2013/05/konvergensi-media-dan-masa-depan-media-cetak/
Stanley
J. Baran (2012), Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : Erlangga.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/septhy/media-konvensional-vs-media-online_54f7beafa33311541d8b48c0
Senin, 04 April 2016
Tugas Nasir Jurnalistik Media Online
STISOSPOL WASKITA DHARMA
MALANG 2014/2015
Jl. Hamid
Rusdi lll/161 Malang Telp./Fax.(0341) 323678
KATA PENGANTAR
Pertama-pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat
Allah SWT. karena dengan limpahan Rahmat serta Hidayah-Nyalah penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah di tentukan oleh bapak
dosen pembimbing dengan judul ”Hubungan
antara Atasan dengan Bawahan di dalam Suatu Perusahaan”.
Dan kedua kalinya tidak lupa kita
sampaikan sholawat serta salam kita kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad
SAW. karna dengan jerih payah beliaulah kita dapat bisa merasakan yang namanya
nikmat islam serta nikmat iman sampai saat ini. Selanjutnya tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu saya di dalam penyusunan Laporan ini
baik itu dalam bentuk materi maupun lain sebagainya sehingga makalah ini bisa
selesai sebagaimana waktu yang telah di tentukan.Harapan saya semoga makalah
ini nantinya bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswa dan mahasiswi
serta masyarakat pada umumnya. Dan kami berharap dengan adanya makalah ini
semoga kita mendapatkan ilmu yang lebih luas dan bisa berguna bagi kita semua
amin.....
Dan jika ada kesalahan pengetikan serta penyusunan kata mohon
saran/komentarnya para pembaca. Dan itu sangat penting bagi kami untuk
melakukan perbaikan di penyusunan malakah selanjutnya.
Malang, 8 oktober 2014
Penyusun
BAB.l
PENDAHULUAN
A.
Teori
Dalam suatu perusahaan sangat penting bagi pemimpin untuk bergerak
bersama-sama dengan karyawannya untuk memperoleh dan menjaga kredibilitas
usaha. hal ini sangat penting, agar perusahaan dapat diterima dan tetap di
percaya oleh stakeholder ( pemegang saham, konsumen, pemasok masyarakat) dalam
menjalankan usahanya, mengingat semakin ketatnya kompetisi bisnis. Atasan yang
etikal diharapkan dapat mempengaruhinya, namun di yakini atasan mempunyai
peranan yang penting dalam mempengaruhi bawahannya. Dalam kondisi Negara yang
memiliki budaya paternalistic,kiranya akan lebih mudah bagi atasan untuk
menjadi panutan bagi bawahannya karena bawahan juga mencari figur yang bisa
menjadi panutan, istilah panutan sendiri sudah sangat familiar bagi orang
Indonesia hampir semua orang menganggap bahwa orang Indonesia itu mencari
panutan, dan pemimpin merupakan panutan bagi pengikutnya.
Berdasarkan latar belakang sebagaimana tertera di atas, maka kelompok kami
akan membahas makalah yang berjudul “ HUBUNGAN ANTARA PEMIMPIN DAN BAWAHAN
DALAM SUATU PERUSAHAAN” yang menjelaskan
bagaimana permasalahan dan pemecahan masalah dalam sebuah perusahaan
A. Rumusan masalah
A. Bagaimanan hubungan antara pemimpin dan bawahan ?
B. Bagaimana sikap yang harus di tunjukkan
seorang pemimpin atau atasan?
C. Hubungan antara seorang
karyawan dengan pihak lainnya, pihak yang berhubunganan
BAB. II
PEMBAHASAN
A. Sikap yang harus di tunjukkan oleh atasan / pemimpin
Ø Atasan harus bersifat mendidik dan memberi pengarahan terhadap bawahannya,
sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk kerja dan sifat kerja,
karena kemajuan anak buah merupakan tanggung jawab atasannya.
Ø Seorang atasan harus menjadi panutan bagi bawahannya, tingkah laku atasan
harus mencerminkan nilai-nilai yang dianut bawahannya.
B. Sikap yang
harus di tunjukan oleh bawahan kepada
pemimpindalam suatu perusahaan
Ø Bawahan harus hormat pada atasnnya,
dengan kata lain penghormatan bawahan terhadap atasannya semata-mata atas
pertimbangan wewenang, tanggung jawab dan wibawa.
Ø Seorang karyawan jangan membohongi, menyembunyikan data atau dengan sengaja
berusaha menyesatkan atasannya untuk hal-hal yang ada kaitannya pada
perusahaan.
C. Hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya seperti:
Ø Hubungan antara tugas, wewenang dan jabatan
·
Seorang karyawan harus mempunyai rasa tanggung
jawab
·
Jangan menyalah gunakan wewenang demi
kepentingan pribadi
·
Jangan mengungkapkan data dan strategi kepada
pihak-pihak yang tidak berhak mengetahuinya yang dapat menyebabkan kelangsungan
hidup perusahaan terancam
Ø Hubungan antara karyawan dengan perusahaan
·
Seorang karyawan harus berusaha yang terbaik
untuk kepentingan perusahaan.
·
Seorang karyawan harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk mencapai yang
terbaik
·
Seorang karyawan harus bersikap achievement
oriented yaitu pencapaian orientasi target dalam kerja.
·
Seorang karyawan bertingkah laku yang baik dan
menghindari dari hal-hal yang mencemarkan nama baik perusahaan.
Ø Hubungan antar karyawan
·
Saling menghargai dan membina semangat
kerjasama.
·
Menghindari tindakan ketidak harmonisan,
pertentangan dan keresahan antar karyawan.
BAB. III
PERMASALAHAN
1.
Konflik antara
atasan dan bawahan
Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak
meraskan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negative atau akan merasa di
rugikan.
2.
Jenis-jenis konflik
a.
Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat
hirarki, seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah dan penyelia,
dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumber daya
secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, mnajemen
kompensasi dan karir.
b.
Konflik horizontal, yang terjadi diantara
orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarrki tujuan yang tidak cocok, tentang
alokasi dan efesiensi penggunaan sumber daya, dan pemasaran.
c.
Konflik diantara staf lini, yang terjadi di
antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi
pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian menganggap akan
efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar disbanding sedikit-sedikit
tetapi makan waktu berulang ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah
yang lebih kecil karena terbatas nya anggaran.
d.
Konflik peran berupa kesalah fahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa
terjadi antar karyawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan
memiliki lebih dari seorang manajer dan system kooordinasi yang tidak jelas.
BAB. IV
PEMECAHAN
MASALAH
Untuk
mencegah terjadinya konflik dalam suatu perusahaan antara pimpinan dengan
bawahan, maka perlu adanya langkah-langkah yang di lakukan,demi kebaikan suatu
perusahaan. Adapun langkah-langkah yang di maksud di antaranya:
1)
Membentuk suatu system informasi yang
terstruktur agar tidak terjadi kesalahan
dalam komunikasi misalnya dengan membuat papan pengumuman atau pengumuman atau melalui loadspeaker.
2)
Buat komunikasi dua arah antara atasan dan
bawahan menjadi lancar dan
harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin karena dengan komunikasi yang dua
arah yang akan mengurangi masalah di
lapangan.
3)
Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada
atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi
setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.
4)
Adapun cara
memecahkan masalah dalam suatu perusahaan, seperti:
v Mediasi
v Arbitrasi
v Konsliasi
v Pengadilan
industri
BAB.V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Menjadi seorang pemimpin
tidaklah mudah karena harus memiliki kriteria sebagai berikut: Seorang pemimpin pasti menjadi contoh bagi setiap orang yg dipimpinnya, yg
menjadi tolak ukur keteladanan seorang pemimpin adalah apakah ia
memberikan contoh yg baik kepada orang yg dipimpinnya, Apa yang dia harapkan
dan katakan pada bawahannya hendaknya sudah dia lakukan terlebih dahulu.
Dalam hubungan antara atasan dengan
bawahan perlu adanya saling pengertian,pemahaman karakter antara atasan dengan
bawahan. Dan selalu melaksanakan antara hak dan kewajiban yang telah
ditentukan. Sehingga bisa menjaga hubungan yang baik. Dengan adanya hubungan
yang baik antara atasan dengan bawahan, maka suatu perusahaan akan berjalan
dengan lancar. Dan perusahaan akan mengalami kemajuan.
Dalam
kehidupan berorganisasi yang dilakukan sekumpulan orang, komunikasi memegang peranan penting. Komunikasi menjadi alat yang utama
dalam menjalankan roda organisasi. Komunikasi juga berperan sebagai alat
perpindahan instruksi antara atasan dan karyawan yang ada di bawahnya. Tanpa
komunikasi, kehidupan berorganisasi akan kacau balau dan menyebabkan macetnya
organisasi itu sendiri. Salah satu bentuk komunikasi yang paling mendasar adalah komunikasi
interpersonal atau komunikasi antar pribadi. Komunikasi interpersonal merupakan
bentuk komunikasi yang paling sederhana, karena di dalamnya mempertemukan dua
orang yang bertemu tatap muka dan memberikan respon satu sama lain. Dalam berorganisasi, komunikasi
merupakan bagian dari manajemen yang dibutuhkan antara seorang atasan kepada anak buahnya (bawahan) untuk mengirimkan pesan
sehingga dapat dimengerti dan memunculkan balikan.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan
diatas terciptalah saran sebagai berikut :
1.
dalam suatu perusahaan harus menjaga komunikasi
yang baik antara pimpinan dan bawahan
2.
menyamakan visi dan misi antara pimpinan dan
bawahan dalam suatu perusahaan
3.
menghargai pendapat bawahan
4.
menciptakan kerjasama yang baik antara pimpinan
dan bawahan untuk kemajuan perusahaan
5.
pemimpin dan bawahan tidak menyalah gunakan
jabatannya
6.
pemimpin dan bawahan tidak mempentingakan
pribadi dan lebih mengutamakan perusahaan.
7.
Seorang pemimpin perlu memberikan motivasi
kepada bawahannya, untuk memberi semangat kerja demi kebaikan suatu perusahaan.
Langganan:
Komentar (Atom)